Rabu, 01 Februari 2012

Penyebab terjadinya banjir


PENYEBAB TERJADINYA BANJIR

Faktor pertama kerusakan lingkungan, ditandai peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi (pemanasan global). Kondisi bumi yang memanas menyebabkan perubahan iklim semakin tidak  stabil. Dampak perubahan iklim bagi Indonesia dapat dirasakan dengan semakin keringnya musim kemarau dan intensitas air hujan yang semakin tinggi di musim penghujan. Naiknya permukaan air laut disebabkan dataran es di kutub mencair serta merta membuat abrasi pantai semakin cepat. Kedua fenomena alam tersebut membuat terbenamnya daratan yang biasanya kering dan dapat ditinggali olehmanusia atau biasa kita kenal dengan istilah banjir.
Faktor kedua adalah sistem pengelolaan lingkungan. Pengelolaan lingkungan semakin berpengaruh terhadap kehadiran bencana banjir, seiring dengan kecenderungan semakin meningkatnya wilayah perkotaan. Semakin padatnya jumlah penduduk terutama di wilayah perkotaan, berdampak pada peningkatan kebutuhan. Meluasnya wilayah pemukiman memiliki pengaruh langsung terhadap berkurangnya daerah resapan air, karena hampir seluruh permukaan tanah berganti dengan aspal atau beton. Kondisi tersebut diperparah dengan penataan bangunan dan wilayah yang kurang memperhatikan sistem pembuangan air. Kekurang ketersediaan pepohonan yang dapat berfungsisebagai peresapan air merupakan kombinasi yang semakin sempurna untuk mendatangkan bencana banjir.
 Faktor ketiga yang lebih penting dari kedua faktor diatas adalah manusia.Perbedaan antara desa dengan kota selain dilihat dari tingkat kepadatannya adalah pola hidup. Orang di desa lebih mampu bersahabat dengan alam sekitarnya sedangkan di kota seringkali tidak menghiraukan aspek lingkungan. Buktinya adalah di kota-kota besar, gedung bertingkat dan jalanan beton menggusur tanah- tanah resapan air, memperbanyak mall daripada membangun sungai-sungai.
Sebagai proses alam, banjir terjadi karena debit air sungai yang sangat tinggi hingga melampaui daya tampung saluran sungai lalu meluap ke daerah sekitarnya. Debit air sungai yang tinggi terjadi karena curah hujan yang tinggi. Banjir juga dapat terjadi karena kesalahan manusia dengan membuang sampah disungai-sungai dan saluran-saluran air lainnya,pengelolaan daerah hulu sungai yang buruk, dan pengelolaan drainase yang buruk. Dalam siklus hidrologi, daerah hulu sebenarnya adalah daerah resapan air. Pengelolaan daerah hulu yang buruk menyebabkan air banyak mengalir sebagai air permukaan yang dapat menyebabkan banjir. Pengelolaan drainase yang buruk terjadi berkaitan dengan pengembangan daerah pemukiman atau aktivitas lainnya. Akibat buruknya drainase, air permukaan tidak dapat mengalir dengan baik sehingga menggenang menjadi banjir. , sungai-sungai menjadi tempat pembuangan sampah sehingga terhambatnya aliran air tersebut. Banjir tidak dapat dihindari dan pasti terjadi.
Banjir yang pada hakekatnya proses alamiah dapat menjadi bencana bagi manusia bila proses itu mengenai manusia dan menyebabkan kerugian jiwa maupun materi.bukan banjir yang datang, justru manusia yang mendatangi banjir.
Menghadapi masalah banjir :
v  Jangan mendiami daerah aliran banjir
v  Beradaptasi dengan membuat rumah panggung berkaki tinggi
v  Membuat pengendali banjir berupa tanggul, kanal, atau mengalihkan aliran air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar