Selasa, 07 Februari 2012

PROSES TERJADINYA BENDA LANGIT


Benda langit itu terdiri dari Bulan,Bintang,Matahari dan Planet-planet.
  • Proses terjadinya bulan

Teori ‘Giant Impact’ merupakan hipotesa bagaimana proses terbentuknya bulan. Ilmuwan   , Bulan terbentuk akibat bergabungnya serpihan-serpihan pecahan Bumi yang ketika itu masih muda bertabrakan dengan benda langit berukuran sebesar planet Mars.
      Salah satu bukti yang mendukung hipotesa ini adalah contoh-contoh bebatuan yang dia   mbil para astronot saat mengunjungi Bulan. Dari bebatuan itu, terindikasi bahwa permukaan Bulan sebelumnya berbentuk cair dan kemungkinan ia memiliki inti kecil dari besi dengan kepadatan yang lebih rendah dibanding Bumi.
         Adapun benda langit yang menghantam Bumi disebut sebagai Theia, diambil dari nama dewi bangsa Yunani, yang merupakan ibu dari Selene, dewi Bulan.
Menurut teori Giant Impact, Theia terbentuk bersama dengan planet-planet lainnay di tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Ia mengitari Matahari dalam orbit yang kurang lebih sama dengan Bumi sekitar 60 derajat di depan atau di belakang Bumi.
Stabilitasnya dalam mengitari Bumi kemudian terganggu karena Theia kemudian tumbuh melampaui batas maksimal 10 persen massa planet Bumi. Akibatnya, gaya gravitasi membuat Theia meninggalkan posisi orbitnya dan mendekati Bumi lalu saling bertabrakan.
           Menurut para astronom, tabrakan antara Bumi dan Theia terjadi sekitar 4,53 miliar tahun lalu, atau sekitar 30 sampai 50 juta tahun setelah terbentuknya sistem tata surya. Akan tetapi, dari bukti-bukti terakhir, terindikasi bahwa tabrakan itu terjadi lebih lambat, yakni 4,48 miliar tahun lalu.
  • Proses terjadinya Matahari

Matahari adalah raksasa bola yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium. Matahari termasuk bintang berwarna putih yang berperan sebagai pusat tata surya. Seluruh komponen tata surya termasuk 8 planet dan satelit masing-masing, planet-planet kerdil, asteroid, komet, dan debu angkasa berputar mengelilingi matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan sumber energi untuk kehidupan yang berkelanjutan. Panas matahari menghangatkan bumi dan membentuk iklim, sedangkan cahayanya menerangi Bumi serta dipakai oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis.Tanpa matahari, tidak akan ada kehidupan di bumi karena banyak reaksi kimia yang tidak dapat berlangsung.                                                                                                                          Nicolaus Copernicus adalah orang pertama yang mengemukakan teori bahwa matahari adalah pusat peredaran tata surya pada abad 16. Teori ini kemudian dibuktikan oleh Galileo Galilei dan pengamat angkasa lainnya. Teori yang kemudian dikenal dengan nama heliosentrisme ini mematahkan teori geosentrisme (bumi sebagai pusat tata surya) yang dikemukakan oleh Ptolemeus dan telah bertahan sejak abad ke dua sebelum masehi. Konsep fusi nuklir yang dikemukakan oleh Subrahmanyan Chandrasekhar dan Hans Bethe pada tahun 1930 akhirnya dapat menjelaskan apa itu matahari secara tepat.



  • proses terjadinya bintang
          Seperti biasa, biangnya adalah gravitasi. Baik itu gravitasi yang timbul dalam awan molekul (interaksi antar molekul) sehingga kedua molekul akan saling mengorbit. makin banyak molekul yang terlibat, makin besar gravitasi yang timbul.
Gravitasi tak langsung yang berasal dari luar, antara lain disebabkan oleh:
1. Hembusan angin sepoi-sepoi dari bintang yang ada disekitarnya (bow shock).
2. Semburan jet dari black hole yang mendorong kumpulan awan gas yang ada disekelilingnya.
            Ketika gravitasi mulai menarik semakin banyak molekul, mereka akan saling bertabrakan dan bergesekan sehingga menimbulkan panas. Panas tersebut ngompori elektron dan atom lain untuk semakin bergairah untuk beraksi, sesuai teori Einstein, E=MC2
Yang harus kita ingat adalah peristiwa ini skalanya bukan satu-dua kubik.
      Tahap berikutnya adalah ketika jumlah Hidrogen sudah mencukupi untuk memulai pembakaran dan menyokong teras yang terbentuk akibat bertumpuknya gas di bagian luar bintang. Cahaya (dalam berbagai macam panjang gelombang) mulai dipancarkan ketika kompor nuklir bintang sudah aktif, dan rotasi bintang menyebabkan efek sentrifugal dan meniup materi-materi yang ringan menjauh.
       Hidrogen adalah bahan bakar utama tiap bintang. Tapi, segedhe apapun tangkinya, sebanyak apapun simpenan bahan bakarnya, satu saat akan habis. Bintang akan mencari bahan bakar lainnya supaya bisa tetap ngebul saat krisis. Kompor nuklirnya begitu efisien dan kreatif, hingga residu fusi masih bisa digunakan.
      Life fast, die young. Makin cemerlang suatu bintang, makin boros kompornya, makin cepet kena krisis bahan bakar dan makin cepat bangkrut. Helium menghasilkan karbon dan karbon masih bisa diberdayakan dan menghasilkan besi. Proses perubahan dari karbon sampai menjadi besi terjadi dalam waktu kurang lebih 500-600 tahun, tergantung besar dan massa bintang.
          Kompor fusi udah berhenti ngebul, maka tidak ada lagi tenaga buat nahan lapisan teras    sehingga lapisan tersebut merontok ke dalam dengan kecepatan hampir 100.000 km/d akibat gravitasi.
          Rontokan puing tersebut menimbulkan tekanan mendadak yang sangat besar dan karena inti sudah menjadi logam, puing tersebut mental balik ke arah luar, nyundul bagian terluar sehingga bintang tersebut njebluk yang kita sebut nova. Kalo meledaknya gebyar-gebyar banget, namanya supernova.
          Menurut teori Chandrasekhar, bintang yang memiliki massa dibawah 1,4 kali massa Matahari akan menjadi lansia yang redup dan kerdil. Sedangkan lebih dari angka tersebut akan berevolusi menjadi pulsar, bintang netron, bahkan black hole.

  • Proses terjadinya planet.

Proses terbentuknya planet bumi tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan bumi merupakan salah satu anggota keluarga matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan meteor. Bahkan para ilmuwan memperkirakan bahwa matahari terbentuk terlebih dahulu, sedangkan planet-planet masih dalam wujud awan debu dan gas kosmis yang disebut nebula berputar mengelilingi matahari. Awan, debu, dan gas kosmis tersebut terus berputar dan akhirnya saling bersatu karena pengaruh gravitasi, kemudian mengelompok membentuk bulatan-bulatan bola besar yang disebut planet, termasuk planet bumi.

Dari proses tersebut, kita memperoleh gambaran bahwa sistem tata surya berasal dari massa gas (kabut gas atau nebula) yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan. Massa gas tersebut secara berangsur-angsur mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Karena massa gas itu berotasi dengan kecepatan yang makin lama semakin tinggi, pada bagian khatulistiwa (ekuatornya) yang mendapat gaya sentrifugal paling besar, sehingga massa tersebut menggelembung. Akhirnya dari bagian yang menggelembung tersebut ada bagian yang terlepas (terlempar) dan membentuk bola-bola pijar dengan ukuran berbeda satu sama lain.

Massa gas induk tersebut akhirnya menjadi matahari, sedangkan bola-bola kecil yang terlepas dari massa induknya mendingin menjadi planet, termasuk bumi kita. Pada saat terlepas dari massa induknya, planet-planet anggota tata surya masih merupakan bola pijar dengan suhu sangat tinggi. Karena planet berotasi, maka ada bagian tubuhnya yang terlepas dan berotasi sambil beredar mengelilingi planet tersebut. Benda tersebut selanjutnya dinamakan bulan (satelit alam).
Menurut hasil penelitian para ahli astronomi dan geologi, bumi kita sendiri terbentuk atau terlepas dari tubuh matahari sekitar 4500 juta tahun yang lalu. Perkiraan terbentuknya bumi ini didasarkan atas penelaahan palentologi (ilmu yang mempelajari fosil-fosil sisa mahluk hidup purba pada masa lampau) dan stratigrafi (ilmu yang mempelajari struktur lapisan-lapisan batuan pembentuk muka bumi).
Pada saat terlahir (sekitar 4500 juta tahun yang lalu) bumi kita pada awalnya masih merupakan bola pijar yang sangat panas, suhu permukaannya mencapai 4.0000 C. Dalam jangka waktu jutaan tahun, secara berangsur-angsur bumi kita mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar bumi membeku membentuk lapisan kerak bumi atau kulit bumi yang disebut litosfer, sedangkan bagian dalam planet bumi sampai sekarang masih dalam keadaan panas dan berpijar.

Selain pembekuan kerak bumi, pendinginan massa bumi ini mengakibatkan terjadinya proses penguapan gas secara besar-besaran ke angkasa. Proses penguapan ini terjadi dalam waktu jutaan tahun, sehingga terjadi akumulasi uap dan gas yang sangat banyak. Pada saat inilah mulai terbentuk atmosfer bumi.

Uap air yang terkumpul di atmosfer dalam waktu jutaan tahun tersebut, pada akhirnya dijatuhkan kembali sebagai hujan untuk pertama kalinya di bumi, dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Titik-titik air hujan yang jatuh selanjutnya mengisi cekungan-cekungan muka bumi membentuk bentang perairan laut dan samudera.

Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa pada awal pembentukannya, seluruh bagian planet bumi relatif dingin. Kemudian pada proses selanjutnya, suhu bumi semakin meningkat hingga mencapai suhu seperti saat ini. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, dijelaskan adanya tiga faktor yang menyebabkan naiknya suhu bumi tersebut, yaitu sebagai berikut:

1. Akresi (accretion) yaitu naiknya suhu bumi akibat tumbukan benda-benda angkasa atau meteor yang menghujani bumi. Energi dari benda-benda tersebut berubah menjadi panas. Bayangkan saja, 5 ton berat benda angkasa, kemudian menghantam bumi dengan kecepatan 30 km per detik, diperkirakan memberikan energi yang sama dengan ledakan nuklir sebesar 1000 ton. Daerah sekitar tumbukan tersebut meninggalkan lubang-lubang yang sangat besar (kawah) di permukaan bumi. Pada saat bersamaan, bulan juga ditabrak oleh benda angkasa tersebut. Karena itu, apabila kamu melihat bulan dengan menggunakan teropong maka kamu bisa menyaksikan kawah yang terbentuk pada masa lampau.

2. Kompresi yaitu semakin memadatnya bumi karena adanya gaya gravitasi. Bagian dalam bumi menerima tekanan yang lebih besar dibandingkan bagian luarnya, sehingga pada bagian dalam bumi suhunya lebih panas. Tingginya suhu di bagian dalam bumi (inti bumi) mengakibatkan unsur besi pada bumi menjadi cair, sehingga inti bumi merupakan cairan.

3 . Adanya disintegrasi atau penguraian unsur-unsur radioaktif seperti uranium, thorium, dan potasium. Jumlah unsur-unsur tersebut sebenarnya relatif kecil tetapi dapat meningkatkan suhu bumi. Atom-atom dari unsur-unsur tersebut secara spontan terurai dan mengeluarkan partikel-partikel atom yang berubah menjadi unsur lain dan diserap oleh batuan di sekitarnya.

Itulah proses pembentukan bumi, tempat kita tinggal dan hidup di dalamnya. Lalu bagaimana dengan proses terjadinya perlapisan di bumi? Secara ringkas, proses pembentukan bumi hingga terjadinya perlapisan tersebut terbagi menjadi tiga tahap, yaitu sebagai berikut:

1. Tahap pada saat bumi merupakan planet yang homogen atau belum terjadi diferensiasi dan zonafikasi.

2. Proses diferensiasi atau pemilahan, yaitu ketika material besi yang lebih berat tenggelam menuju pusat bumi, sedangkan material yang lebih ringan bergerak ke permukaan. Dengan demikian, bumi tidak lagi dalam keadaan homogen, melainkan terdiri atas material yang lebih berat (besi) di pusat bumi dan material yang lebih ringan di bagian yang lebih luar atau kerak bumi.

3. Proses zonafikasi, yaitu tahap ketika bumi terbagi menjadi beberapa zona atau lapisan, yaitu inti besi yang padat, inti besi cair, mantel bagian bawah, zona transisi, astenosfer yang cair, dan litosfer yang terdiri atas kerak benua dan kerak samudera.

Dengan demikian, perubahan suhu yang dimulai dari bahan pembentuk bumi hingga terbentuk bumi, kemudian mengalami pendinginan dan terjadinya kenaikan suhu kembali, seperti yang dijelaskan di atas, mengakibatkan bumi sebagai planet yang memiliki lapisan-lapisan. Proses zonafikasi pada bumi telah membaginya ke dalam beberapa lapisan.

CONTOH ”ILMU ALAMIAH DASAR” BERKAITAN DENGAN MANAJEMAN PEMASARAN


CONTOH ILMU ALAMIAH DASAR” BERKAITAN DENGAN MANAJEMAN PEMASARAN

a)      Perkembangan manusia
v  Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otaknya
v  Mengadakan metabolisme atau pertukaran zat, (ada yang masuk dan keluar)
v  Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar
v  Memiliki potensi untuk berkembang biak
v  Tumbuh dan bergerak
v  Berinteraksi dengan lingkungannnya
v  Sampai pada saatnya mengalami kematiian                                                                                                                                                                                               
v  Penginderaan, merupakan suatu aktivitas melihat,mendengar,merasakan,mengcap terhadap suatu objek tertentu
v  Masalah dan problema,menemukan masalah dengan kata lain adalah mengemukakan pertanyaan apa dan bagaimana
v  Hipotensis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan
v  Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non alamiah dapat dipisahkan .contoh dalam gejala alam tentang serangga dengan lampu (sinar biru)
v  Teori, bukti eksperimen merupakan langkah ilmiah berikutnya yaitu teori.dengan hasih eksperimen dari beberapa peneliti dan bukti-bukti yang menunjukaan hasil yang dapat dipercaya dan valid walaupundengan keterbatasan tertentu.dengan teori-teori yang dikemukakan maka dapat diaplikasikan terhadap kebutuhan manusia seperti pengusiran serangga atau perangkap nyamuk  terkait dengan teori pencahayaan.

faktor-faktor yang mempengaruhi ilmu alamiah dasar


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
ILMU ALAMIAH DASAR
1)      Faktor lingkungan atau dinamika penduduk

Ilmu lingkungan merupakan ilmu murni yang faktor lingkungan terhadap makhluk hidup atau ekologi. . Ilmu lingkungan dapat diibaratkan sebuah poros, tempat berbagai asas dan konsep aneka ragam ilmu yang terpancar

Mengintegrasikan/mengalihkan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungan. Menurut berbagi ilmu seperti sosiologi, ekonomi, meteorologi, kesehatan masyarakat, planologi. Untuk mengatasi masalah yang menyangkut hubungan antara jasad hidup dengan lingungannya.

2)      Faktor Manusia

Panca indera manusia yang dapat menerima stimulus dari alam sekitar, dan dengan akalnya manusia dapat memberikan respon terhadap gejala – gejala alam yang menjadi suatu pengalaman.Karena manusia mempunyai rasa ingin tahu atau kuriositasterhadap segala yang ada di alam ini, maka dengan pengalaman itu manusia  mengembangkan metode – metode berfikir dari masa – kemasa berikutnya sehingga pengalaman itu berakumulasi dari zaman kezaman berikutnya.

Akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat itulah sifat unik dari manusia Rasa ingin tahu makhluk lain lebih didasarkan oleh naluri (instinct) /idle curiosity naluri ini didasarkan pada upaya mempertahankan kelestaraian hidup. Manusia juga mempunyai naluri seperti tumbuhan sifatnya tetap sepanjang zaman.Pengalaman itu akan bertambah terus selama manusia ada di muka bumi ini dan mewariskan pengetahuan itu kepada generasi berikutnya.

pengertian ilmu alamiah dasar


Ilmu Alamiah Dasar adalah Pengetahuan dasar manusia dalam mempelajari alam semesta secara universal. Ilmu Alamiah Dasar dapat juga dikatakan sebagai konsep awal terbentuknya Ilmu Pengetahuan Alam dan semua turunannya seperti Biologi, Fisika dan Kimia. Ketiga Ilmu tersebut juga memiliki turunan lagi. Ilmu Alamiah Dasar merupakan Disiplin Ilmu yang bersifat relatif dan dapat berubah sesuai kemajuan peradaban manusia.sehingga terbentuk konsep dan prinsip Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial, teknologi serta berpengaruh pada kehidupan manusia, dan gejala alam termasuk manusia itu sendiri sebagai bagian dari alam dan segala yang ada di bumi ini.Ilmu alamiah sering disebut juga ilmu pengetahuan alam (natura science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta,termasuk dimuka bumi ini,sehingga terbentuk konsep dan prinsip IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.